Iklan buatan saya
apabila editannya kurang memuaskan, mohon dimaklumi karena saya masih amatir :)
aku bukan mereka yang lihai memainkan kata demi kata. aku bukan pula mereka yang lincah merangkai apa itu cerita.. bukan pula seperti mereka yang sudah mahir menuangkan perasaannya lewat misteri olahan para kata... aku hanyalah seseorang yang bukan apa-apa tapi ingin menaikkan tahta lewat sebuah pena....
Minggu, 08 Februari 2015
Sabtu, 17 Januari 2015
Ada Harapan di Sela Malam yang Tragis
Kiranya bagi
jagad raya malam ini adalah malam paling indah untuk sejarah hidup yang hanya
bisa dinikmati sekali seumur hidup, sebaliknya bagiku malam ini menjadi malam
terburuk dari malam sebelumnya.
Entahlah hal apa
yang sesungguhya telah membuatku bisa mengartikan malam yang buruk seperti ini,
sampai saat ini aku masih kesulitan untuk menemukan jawabannya. Metamorfosa
replika siang dalam malam memang tak bisa ditebak. Terkadang yang awalnya
diawali dengan tangisan, malah akan berakhir dengan kebahagiaan, begitu pula
sebaliknya. Pagi tadi memang awan telah menangis, seharusnya malam ini tidak
menjadi malam yang miris bukan? Tapi, fakta berkata lain. Dan yang lebih
buruknya lagi adalah malam ini semakin tragis. Sungguh fantastis keterpurukan
malam yang terjadi hari ini.
Bisa dibilang
aku adalah tipe orang yang pelit untuk bercerita. Kebanyakan yang aku tuangkan
dalam rajutan cerita yang selalu tak beraturan ini, hanya mengarah pada inti
permasalah. Dan pokok daripada cerita malam ini yaitu “ada harapan di sela malam
yang tragis ”
Entahlah, pada
menit yang ke 58 lepas dari pukul 21 hati yang teramat dalam terus menyeruak
agar aku meluapkan buruknya malam yang kian detik kian gelap gulita. Untuk itu,
aku memilih untuk mengikuti arus saja, jika jari manisku ingin merangkai kata
ini, aku akan mengabulkannya. Maka, jadilah cerita yang selalu sama dengan
cerita berikutnya, yaitu cerita yang tak pernah teratur dan memiliki alur.
Pernahkan kalian
merasa bahwa tiba-tiba muak dengan keadaan di sekitar? Pernahkah kalian secara
spontanitas merasa bahwa kalian hidup diantara orang-orang yang laykanya
seperti benda mati? Dan pernahkah kalian menginginkan sesuatu apapun itu yang
endingnya bisa membuat hati menjadi lega? Tapi masalahnya, sesuatu yang
bagaimanakah itu?
Entahlah..
Pada gelapnya
dunia segelap hati yang gagap untuk berkata mengapa, tiba-tiba aku ingin bebas.
Lari sejauh mungkin menjemput pintu kedamaian. Andai saja, aku punya kantong
doraemon, pasti aku sudah meminta sesuatu apapun itu yang nantinya bisa membuat
aku bahagia dan tertawa, walau aku tau, pasti hal itu hanya bersifat
“sementara”. Tak peduli apakah akan sementara atau selamanya, yang jelas di
malam yang aku artikan sebagai malam terburuk ini, aku ingin berharap padanya
bahwa suatu hari nanti aku bisa berkesempatan menatap dunia lebih lama tanpa
ada rasa duka. Aku ingin menikmati hembusan angin dicampur dengan santapan
langit biru yang nantinya akan benar-benar mencuri pandanganku sehingga aku
akan fokus untuk memandanginya lebih tajam agar aku tak bisa lagi merasakan
hati yang sempat padam. Selanjutnya, aku ingin tempat yang luas memperislakanku
untuk berteriak sekencang-kencangnya agar beban yang sempat aku rasa mengganggu
jiwa seketika bisa pergi ke alam yang
jauh di sana.
Jadi, permohonan
untuk malam yang buruk nan tragis ini ada 3 poin : pertama, aku ingin menatap
dunia tanpa duka. Kedua, aku ingin ditemani angin yang letaknya tak jauh pada
hunian langit biru. Ketiga, aku ingin berteriak lepas di tempat yang
benar-benar pas.
Di sela-sela doa
yang kupanjatkan sebelum aku tidur, aku selalu berharap bahwa ketiga harpan itu
suatu hari nanti akan bisa aku rasakan. Entah, besok saat aku berhasil membuka
mata usai bangun dari tidur, atau mungkin besoknya lagi saat aku berhasil
membuka mata di tempat yang berbeda namun bersifat kekal selamanya. Tidak akan
ada yang tau.
Minggu, 11 Januari 2015
Antara Orang Dewasa dan Status
Perputaran dunia
begitu mengerikan. Tiba-tiba masalah yang kejam datang tanpa diundang.
Terkadang juga kejutan teristimewa yang membuat hati bisa terlena juga datang
secara tiba-tiba. Lantas apakah keterpurukan yang berlarut-larut juga patut
diartikan juga sesuatu yang tiba-tiba pula?
Aku tak tahu
lagi harus bertanya kepada siapa, mengapa akhir-akhir ini aku sering kali
merasa dilema. Bukan hanya terhadap satu masalah saja, naum masalah yang
lainnya juga mengikuti. Dan itu semua yang kerap membuat pikiran yang sudah
kalut ini menjadi lebih kalut sekalut-kalutnya orang pernah merasakan hal
seperti itu.
Sekarang, muncul
satu pertanyaan lagi yang mungkin banyak sekali jawaban dari para responden
yang berbeda-beda. “haruskah ada status
jika keduanya saling peduli satu sama lain?”
Untuk sekarang,
kapasitas memori otakku masih belum menyukupi untuk menyimpulkan jawaban dari
pertanyaan di atas. Aku masih belum bisa konsisten untuk menarik jawaban
permanen.
Terkadang aku
berfikir bahwa jika ada sebuah status, semua yang ada dalam 2 jiwa berbeda yang
kini telah disatukan, pastilah ada batasan tersendiri. Misalanya, jika salah
satu dari kita bergaul dengan si A, si pasangan tidak suka, secara otomatis
pergaulan kita dibatasi. Contoh yang lain, status terkadang merubah semua yang
dulu sempat menjadi asik naum sekarang menjadi berisik. Ditarik dari realita,
topik pembicaraan orang yang memiliki status sebagian besar menanyakan, “sudah
makan belum?, lagi ngapain?”. Yang terkdang lebih menjengkelkan jika salah satu
dari pasangan overprotective adalah mereka yang mengharuskan kita untuk tidak
sering hang out sama teman. Juga, jika suatu ketika kita sedang asik quality
time sama teman tiba-tiba ada SMS masuk berkata, “kalau udah sama teman, aku
dilupain, SMS BBM lama balesnya, yaudah kamu ternyata lebih milih temen
daripada aku”.
Yang diatas
adalah kontra dalam suatu status. Lain lagi dengan si pasangan yang memiliki
motto “teman oke, kita juga oke” maksudnya adalah oke saat quality time sama
temen dia bilang “yaudah kamu ngumpul dulu sama temen, nanti kalau sudah
selesai aku kabarin. Jangan sampai lupa waktu kalau main. I love you”. Memang
ada tipe pasangan yang seperti itu, namun sulit untuk ditemukan tipe yang
seperti itu.
Lantas yang
bagaimana seharusnya dilakukan jika keduanya saling peduli dan ada something
namun didalam something tersebut pastinya jauh dari ending yang nothing?
Di sisi lain,
pernah juga anggapan lain melintas tajam dibenak, “buat apa status jika belum bisa serius?”
Orang pasti
bangga jika dirinya meninggalkan status lajangnya namun itu semua baru sebatas
pacaran. Katanya sih gini, “2015 masih jomblo heloooo?” lucunya lagi, status
punya, namun semua masih dianggap seperti permainan yang kalau game over yang
cari permainan baru. Semua orang pasti bisa jika status tersebut dianggap
sebagai ajang adu gengsi. Jika hanya bilang “i love you sayang” namun sering
kali mengulangi kesalahan yang sama apakah itu bisa dikatakan status yang tulus
dan serius? Jika semua janji manis yang pernah diucapkan lewat lantunan
bibirnya yang manis namun pada akhirnya diingkari apakah ini pantas dikatakan
sebagai status yang dulu sempat dijanjikan untuk serius? Lantas, untuk apa
semua itu jika semua yang pernah terllintas dalam janji, perkataan, dan
perbuatan adalah hal berbau kepalsuan? Sia-siakah bukan sebuah status?
Oh Tuhan..
semakin gila rasanya jika aku terus menemukan jawaban-jawaban diatas sebuah
jawaban yang belum pasti seperti ini. Begitu banyak pemikiran positif dan
negatif yang terus menari dalam otak yang hampir tak terkendali ini.
Bicara soal
status, “apakah lebih baik tak ada status
namun keduanya saling berusaha serius untuk kedepannya?”
Menurutku,
antara dewasa dan serius adalah dua hal yang berbeda namun memiliki keterkaitan
yang tak bisa diganggu gugat. Pertama, “orang dewasa pasti akan berorientasi
pada sebuah keseriusan”. Kedua, “orang dewasa pasti akan memperjuangkan sesuatu
dengan serius”. Ketiga, “orang dewasa pasti tidak akan pernah meninggalkan
suatu hal yang telah dianggapnya serius”
Jadi, menurutku
jika kedua pasangan saling peduli satu sama lain dan sudah menyandang status
dewasa pastinya tanpa dilandasi status terlebih dahulu, keduanya akan memiliki
pemikiran untuk serius dalam menatap ketatnya persaingan masa depan ini.
Selalin itu, orang dewasa pasti juga sudah paham bahwa yang mana yang patut
untuk diseriuskan dan begitu sebaliknya. Karena notabennya, orang dewasa yang
berakal tidak akan mengobral status, melainkan akan menyembunyikan status itu
sampai akhirnya akan menampakkan status terkahirnya pada sebuah pelaminan.
Sabtu, 10 Januari 2015
Kesederhanaan Itu Istimewa
Sesungguhnya, kepada hujan aku meminta agar malam ini diberi
sedikit kesejukan melewati tetesan-tetesan para rintik hujan. Tapi apa daya,
bintang berkata lain. Dia memberi malam ini begitu indah dengan sejuta gemerlap
sinar yang dia pancarkan.
Sering aku mendengar, “sesuatu yang tidak direncanakan itu
akan indah dan sulit dilupakan”. Kini suasana tersebut tengah menggeluti
perasaanku. Aku tak bisa menuangkan secara runtut bagaimana kebahagiaan ini aku
curahkan lewat sebuah tulisan yang sederhana namun berkesan elegan. Namun, di
sini aku akan berusaha bercerita bagaimana malam ini bisa terasa amat indah.
Seseorang yang berwatak blak-blakan berhasil membuatku
tertawa lepas. Ada saja yang dia bahas, seolah dia bagaikan pabrik kata-kata
yang tak akan pernah kehabisan kata untuk mengakhiri sebuah cerita yang tak
bermakna. Setiap kata yang keluar dari mulutnya, sangatlah khas dan rasanya
orang yang mendegar racikan kata-katanya pasti akan tertawa. Memang dia sangat
humoris dan sangat blak-blakan. Jadi, aku berani menjamin bahwa orang yang
dekat dengannya pasti akan lupa dengan yang namanya nestapa.
Menurutku, dari sekian orang humoris yang pernah aku temui,
dialah yang paling humoris. Dan yang paling bikin gemas, dia bagaikan orang
yang tak tau apa itu malu. Kerap sekali candaan geli yang melekat dalam jiwanya
secara spontan dia lontarkan di depan umum. Bagiku, candaan itu sangatlah tidak
biasa dan orang yang tersangkut paut dalam candaanya itu pasti akan merasa sungkan. Sebut saja orang yang pernah
sungkan karena ulah nakalnya itu adalah aku. Namun, aku sangat memahaminya
bahwa itu hanyalah sekadar bahan untuk candaan.
Hari ini begitu sangat sederhana. Perjalanan kami untuk
menghabiskan suasana malam yang cukup bersahabat ini dimulai dari mengegas
sepeda motor jadul ke arah selatan. Diujung jalan terdapatlah sebuah warung mie
ayam. Dinner sederhana ini bagiku terasa sangat elegan karena canda tawa tak
lepas dari pandangan satu sama lain.
Terlepas dari mie ayam yang menjadi santapan menu dinner,
laju speedometer kembali di gas lagi menuju arah utara kota. Lanjut jagung
bakar dan white kopi rasa susu yang lagi-lagi adalah makanan sederhana. Namun,
aku merasa dibalik semua kesederhanaan itulah semua menjadi istimewa. Bahagia
bukanlah makan di restoran mewah, bukan juga nongkrong di cafe ternama,
menurutku. Bahagia itu jika ada orang yang selalu bisa memberi kebahagiaan
untuk kita.
Setelah asik ngobrol dengan kiasan kata-kata yang kerap
membuat perut geli akibat candaannya yang persis dengan pelawak profesional, aku
dipulangkan ke rumah. Sepanjang perjalanan obrolan demi obrolan yang tak masuk
akal kami bicarakan. Dengan tak masuk akalnya itulah, aku merasa ada sesuatu
yang beda yang aku juga tak bisa mengatakannya bagaimana wujud yang beda itu
yang bisa membuat aku merasa aku nyaman, aku bahagia, dan aku suka.
Waktu memang singkat. Tapi jika kita bisa melewati waktu
tersebut dengan orang yang tepat maka sesingkat apapun akan terasa nikmat.
Kepada bintang ku ingin berkata,
Malam ini aku bahagia
Karena ada dia yang telah membuatku lupa akan semua masalah
yang kupunya
Zona Kebisingan
Malam semakin
larut. Untungnya hatiku tak sedang pasang surut. Walau memang ada rasa rindu
yang menggerutu dalam hati, aku tetap yakin bahwa pasti ada yang namanya cinta
sejati yang entah kapan itu akan kemari menghampiri diri yang kini sedang
sendiri.
Aku menemukan
sebuah kata kiasan baru setelah aku membaca novel Haru No Tabi. “Zona Nyaman”.
Dulu aku pernah berada di lingkup zona kenyamanan. Dari situlah aku merasa ada
bahwa di dalam zona tersebut, kebahagiaan, ketenangan, kehangatan, kasih sayang
bisa aku dapatkan. Hebatnya, saat aku masuk dalam zona itu, semua keluh kesal,
masalah, dan apapun yang berhubungan dengan kalutnya pikiran, seketika bisa
lenyap begitu saja jika aku telah bersenandung ria dan terhanyut dalam zona
kenyamanan itu.
Kini, aku merasa
aku telah kehilangan zona itu. Dulu, zona yang pernah menjadi milikku itu,
sekarang hanyalah tinggal kenangan. Di saat diriku sedang membutuhkan tempat
yang senyaman-nyamannya tempat yang pernah orang jajaki, aku merasa sulit untuk
menemukannya kembali.
Apakah kini zona
itu sudah benar-benar bukan menjadi milikku? Apakah aku sudah tak layak
menikmaati zona kenyamanan itu? Dan apakah zona kenyamanan itu tak akan pernah
bisa kusentuh lagi?
Lantas, jika
semua itu benar, kemana lagi aku bisa meluapkan rasa kesedihan yang sudah
jauh-jauh hari aku pendam sendiri?
sekarang aku
merasa bahwa aku berada pada zona kebisingan. Aku bising mendengar celoteh
masalah ini dan itu yang tak ada ujungnya. Tiap hari berarti tiap masalah baru
akan menghampiri.
Bagaimana
caranya aku bisa keluar dari zona kebisingan ini? Rasanya wadah penampung
seribu masalah yang tersedia dalam jiwaku ini sudah mau meledak. Aku sangat
kesulitan untuk membawa pergi di mana zona yang pas untuk meredam semua masalah
yang bagaikan teori Big Bang alam semesta ini bisa meledak begitu dahsyatnya.
Entahlah.. zona
kenyamanan telah bermetamrfosa menjadi zona kebisinganan. Sebuah tantangan yang
tak mudah untuk dilalui namun harus dihadapi.
KUIS BAB 8
Nama :
Faroidatun Nisa
Kelas :
KA 5 Semester 1
Absen :
08
A.
RESUME BAB 8
a)
Pendanaan Jangka Menengah
Yaitu
pembiayaan yang jangka waktunya antara 1-10 tahun.
Jenis
sumber dana jangka mengah antara lain :
1) Term loan biasanya disediakan oleh comercial
bank, insurance, pension funds, lembaga pembiayaan pemerintah dan supplier
perlengkapan.
Resiko-resiko
term loan antara lain :
·
Interest rate
risk yaitu resiko akibat perubahan tingkat bunga
·
Defalut risk
yaitu resiko tidak terbayarnya term loan oleh peminjam.
2) Equipment loan
Yaitu pembiayaan yang diadakan untuk pengadaan
perlengkapan baru.
3) Leasing
Yaitu
suatu kontrak antara pemilik aktiva (lessor) dan pihak lain yang memanfaatkan
aktiva tersebut (lessee0 untuk jangka waktu tertentu.
b)
Pendanaan Jangka Panjang
Yaitu
pembiayaan yang jangka waktunya lebih dari 10 tahun.
Jenis
sumber dana jangka panjang antara lain :
1) Obligasi
Yaitu
surat tanda utang yang dikeluakan oleh perusahaan sejumlah tertentu dan akan
jatuh tempo pada waktu tertentu dan akan memberikan pendapatan sejumlah bunga
tertentu.
2) Saham Biasa
Yaitu
sumber dana yang permanen, karena akan tertanam dalam perusahaan untuk jangka
waktu yang tidak terbatas selama perusahaan masih menjalankan kegiatan operasi.
3) Saham Preferen
Yaitu
sama seperti saham biasa yang merupakan bagian dari modal sendiri.
c)
Teori Penentuan Harga
Opsi
adalah suatu kontrak yang memberikan pemilik/pemegang hak untuk menjual atau
membeli suatu aset dengan harga tertentu selama jangka waktu yang telah
ditentukan.
Faktor
yang mempengaruhi ahrga opsi antara lain :
·
Harga saham yang
diperjualbelikan
·
Harga penyerahan
(striking price) atas opsi yang bersangkutan
·
Waktu yang
tersisa hingga jatuh tempo
·
Volatilitas harga
saham yang bersangjutan
·
Tingkat bunga
bebas resiko saat ini
·
Tingkat deviden
atas saham yang bersangkutan
B.
LATIHAN SOAL
1.
Kelebihan dan kelemahan pendanaan jangka
menengah:
a. Term loan
Kelebihan
term loan :
·
Panjangnya
periode peminjaman
·
Biaya modalnya
lebih rendah dibanding modal saham dan obligasi.
Kelemahan
term loan :
·
Term loan lebih
beresiko dibanding utang jangka pendek.
·
Bunga term loan
akam lebih besar daripada bunga hutang jangka pendek.
b. Equipment loan
Kelebihan
equipment loan :
·
peminjam lebih
mudah mendapatkan perlengkapan yang mudah untuk dijual
Kelemahan
equipment loan :
·
peminjam akan
menanggung beban yang lebih tinggi dari harga barang
c. Leasing
Kelebihan
leasing :
·
Pembiayaan penuh
·
Lebih fleksibel
·
Sumber Pembiayaan Alternatif
·
Off balance sheet
·
Kemudahan penyusutan anggaran
Kelemahan
leasing :
·
Hak kepemilikan barang hanya akan berpindah apabila kewajiba lease
telah diselesaikan dan hak opsi digunakan.
·
Seandainya terjadi
pembatalan suatu perjanjian sewa guna usaha, maka kemungkinan biaya yang ditimbulkan cukup besar.
·
Barang modal yang diperoleh oleh
lease tidak dapat dijadikan jaminan untuk
memperoleh kredit.
·
Resiko yang melekat pada peralatan atau barang modal itu sendiri. Kemungkinan adanya kenakalan penyewa guna usaha untuk melakukan jual atau
sewa kepada pihak sewa guna usaha yang lain.
·
Fluktuasi bunga. Adanya fluktuasi
bunga menimbulkan resiko bunga bagi perusahaan sewa guna usaha, karena antara
investasi dalam barang yang disewa guna usaha dengan sumber dana pembelanjaan
tidak sesuai.
2.
Kelemahan dan kelebihan pembiayaan jangka
panjang:
a. Obligasi
Kelebihan obligasi :
1. Keuntungan menarik obligasi
Pemegang obligasi tidak mempunyai hak suara dalam kebijakan perusahaan sehingga tidak mempengaruhi manajemen.
2. Bunga obligasi mungkin lebih rendah dibanding deviden yang harus dibayarkan kepada pemegang saham.
3. Bunga merupakan biaya yang dibebankan pada perusahaan yang dapat mengurangi kewajiban pajak sedangkan deviden adalah pembagian laba yang tidak dapat dibebankan sebagai biaya.
kelemahan obligasi :
1. Bunga obligasi adalah beban tetap baik dalam keadaan perusahaan mendapat laba atau mengalami kerugian
2. Jika perusahaan tidak mampu membayar obligasi yang jatuh tempo, pemegang obligasi tetap mempunyai hak untuk menuntut pengembalian obligasi sedangkan pemegang saham tidak mempunyai hak demikian karena pemegang saham adalah pemilik perusahaan yang turut bertanggung jawab menanggung resiko kerugian perusagaan.
1. Keuntungan menarik obligasi
Pemegang obligasi tidak mempunyai hak suara dalam kebijakan perusahaan sehingga tidak mempengaruhi manajemen.
2. Bunga obligasi mungkin lebih rendah dibanding deviden yang harus dibayarkan kepada pemegang saham.
3. Bunga merupakan biaya yang dibebankan pada perusahaan yang dapat mengurangi kewajiban pajak sedangkan deviden adalah pembagian laba yang tidak dapat dibebankan sebagai biaya.
kelemahan obligasi :
1. Bunga obligasi adalah beban tetap baik dalam keadaan perusahaan mendapat laba atau mengalami kerugian
2. Jika perusahaan tidak mampu membayar obligasi yang jatuh tempo, pemegang obligasi tetap mempunyai hak untuk menuntut pengembalian obligasi sedangkan pemegang saham tidak mempunyai hak demikian karena pemegang saham adalah pemilik perusahaan yang turut bertanggung jawab menanggung resiko kerugian perusagaan.
b.
Saham biasa
Kelebihan saham biasa adalah sebagai berikut :
1. Tidak ada kewajiban tetap untuk membayar dividen kepada pemegang saham biasa.
2. Saham biasa tidak memiliki jatuh tempo.
3. Saham biasa kurang beresiko bagi perusahaan apabila dibandingkan sumber pembiayaan lainnya baik saham preferen maupun hutang jangka panjang. Dari segi investor saham biasa memiliki tingkat resiko yang lebih tinggi karena sangat tergantung pada besarnya keuntungan sehingga investor akan meminta tingkat keuntungan yang lebih besar daripada tingkat keuntungan obligasi maupun saham preferen yang relatif kecil.
4. Memungkinkan untuk diversifikasi usaha, meningkatkan likuiditas, mendapat tambahan kas dan lebih mudah dalam mengukur nilai perusahaan.
5. Perusahaan semakin transparan dan semakin banyak pihak yang ikut mengamati kegiatan perusahaan karena dengan menjual sahamnya ke publik berarti perusahaan tersebut menjadi milik publik.
kelemahan saham biasa adalah sebagai berikut :
1. Dengan menjual saham biasa akan mengancam kendali yang dipegang pemegang saham mayoritas.
2. Menurunnya laba per lembar saham sebagai akibat bertambahnya jumlah lembar saham yang beredar.
3. Timbulnya Agency Problem yang meningkatkan Agency Costs karena adanya konflik antar kelompok seperti pemilik perusahaan, manajer atau pengelola usaha, dan karyawan
1. Tidak ada kewajiban tetap untuk membayar dividen kepada pemegang saham biasa.
2. Saham biasa tidak memiliki jatuh tempo.
3. Saham biasa kurang beresiko bagi perusahaan apabila dibandingkan sumber pembiayaan lainnya baik saham preferen maupun hutang jangka panjang. Dari segi investor saham biasa memiliki tingkat resiko yang lebih tinggi karena sangat tergantung pada besarnya keuntungan sehingga investor akan meminta tingkat keuntungan yang lebih besar daripada tingkat keuntungan obligasi maupun saham preferen yang relatif kecil.
4. Memungkinkan untuk diversifikasi usaha, meningkatkan likuiditas, mendapat tambahan kas dan lebih mudah dalam mengukur nilai perusahaan.
5. Perusahaan semakin transparan dan semakin banyak pihak yang ikut mengamati kegiatan perusahaan karena dengan menjual sahamnya ke publik berarti perusahaan tersebut menjadi milik publik.
kelemahan saham biasa adalah sebagai berikut :
1. Dengan menjual saham biasa akan mengancam kendali yang dipegang pemegang saham mayoritas.
2. Menurunnya laba per lembar saham sebagai akibat bertambahnya jumlah lembar saham yang beredar.
3. Timbulnya Agency Problem yang meningkatkan Agency Costs karena adanya konflik antar kelompok seperti pemilik perusahaan, manajer atau pengelola usaha, dan karyawan
c.
Saham preferen
Kelebihan saham preferen :
1. Bahwa pembayaran dividen atas saham preferen relative lebih fleksibel dibandingkan dengan bunga utang.
2. Ketidak mampuan pembayaran dividen kepada pemegang saham preferen tidak berakibat terlalu buruk dibandingkan dengan ketidak mampuan membayar bunga utang yang dapat diancam kebangkrutan.
3. Penggunaan saham preferen akan dapat meningkatkan degree of financial leverage.
Kelemahan utama penggunaan saham preferen :
1. Biaya modal setelah pajak yang tinggi dibandingkan dengan biaya modal dari utang, karena dividen saham preferen dibayarkan setelah pajak atau tidak dapat dipergunakan sebagai pengurangan pajak.
2. Sudut pandang investor adalah saham preferen tidak memiliki hak untuk memaksakan pembayaran dividen.
1. Bahwa pembayaran dividen atas saham preferen relative lebih fleksibel dibandingkan dengan bunga utang.
2. Ketidak mampuan pembayaran dividen kepada pemegang saham preferen tidak berakibat terlalu buruk dibandingkan dengan ketidak mampuan membayar bunga utang yang dapat diancam kebangkrutan.
3. Penggunaan saham preferen akan dapat meningkatkan degree of financial leverage.
Kelemahan utama penggunaan saham preferen :
1. Biaya modal setelah pajak yang tinggi dibandingkan dengan biaya modal dari utang, karena dividen saham preferen dibayarkan setelah pajak atau tidak dapat dipergunakan sebagai pengurangan pajak.
2. Sudut pandang investor adalah saham preferen tidak memiliki hak untuk memaksakan pembayaran dividen.
3.
Sebaiknya perusahaan memilih pembiayaan jangka
menengah dan panjang saat:
·
Apabila
pembiayaan jangka menengah, hal tersebut digunakan pada saat pembangunan dan
pengembangan perusahaan yang jangka waktunya kurang dari 10 tahun.
·
Apabila
pembiayaan jangka panjang, hal tersebut digunakan pada saat pembangunan dan
pengembangan perusahaan yang jangka waktunya lebih dari 10 tahun.
4.
Pengertian Opsi beli dan opsi jual
Opsi
beli : suatu hak untuk membeli sebuah aset pada harga kesepakatan (strike
price) dan dalam jangka waktu tertentu yang disepakati baik pada akhir masa
jatuh tempo ataupun diantara tenggang waktu masa sebelum jatuh tempo.
Opsi
jual : suatu hak untuk menjual sebuah aset pada harga kesepakatan (strike
price) dan dalam jangka waktu tertentu yang disepakati baik pada akhir masa
jatuh tempo ataupun diantara tenggang waktu masa sebelum jatuh tempo.
Selasa, 23 Desember 2014
Dulu
kita pernah menggenggam dunia bersama
tertawa lepas di hamparan pasir yang terbentang sangat luas
pernah kita ikut menari bersama rerumputan yang hijau anggun nan menawan
juga deburan ombak ikut bahagia
atas kebahagiaan yang kita bangun bersama
tapi itu dulu
dulu saat kita bisa bersinar bersama teriknya sang surya yang memancar
Langganan:
Postingan (Atom)
#QUOTESOFME (PART 2)
Silahkan disimpan bila Anda mau. Boleh juga dijadikan caption di instagram Anda. Untuk lockscreen hp juga bisa. Syaratnya satu, jangan ab...
-
Assalamu’alaikum.. Tiga bulan sangatlah cepat berlalu. Tidak ada habisnya cobaan demi cobaan datang menghampiriku. Entah apa yan...
-
Aku mau tanya, sebenarnya rindu itu terbuat dari apa sih? Dari gulakah? Kok rasanya kayak manis-manis gitu saat yang dirindukan ikut k...
